![]() |
Tidee-Teknologi memang sudah menjadi suatu hal yang tak bisa dipisahkan lagi dengan kehidupan sehari-hari. Banyak sekali jenis teknologi, dan pula berbeda manfaat yang dihasilkannya, seperti teknologi mesin cuci yang memberi kita kemudahan dalam mencuci baju, tidak perlu susah payah untuk mencuci banyak baju dengan waktu yang lama. Tanpa adanya teknologi, mungkin segala aktivitas yang kita miliki akan terasa berat, terlebih dalam hal berkomunikasi, terasa sangat hampa bila tidak ada teknologi yang memudahkan kita untuk berkomunikasi antar sesama dalam waktu yang cepat dan tempat yang jauh.
Kini, kita dapat dengan mudah mengirim suatu kabar kepada kerabat maupun seseorang tanpa harus menunggu balasan surat dari POS, biasanya memakan waktu satu minggu untuk menunggu balasan tersebut. Sebut saja Smartphone, suatu benda yang memiliki banyak fungsi untuk memudahkan segala aktivitas kita, salah satunya untuk berkomunikasi. Namun, dalam Smartphone ini, kita perlu mengunduh aplikasi guna memaksimalkan kelebihan benda tersebut, salah satu aplikasi yang sangat banyak digunakan oleh kebanyakan orang di seluruh dunia adalah Whatsapp, salah satu aplikasi yang memudahkan kita untuk saling berkirim kabar, berdiri sejak tahun 2009 yang lalu. Whatsapp sampai sekarang masih sering digunakan, walaupun banyak aplikasi berkirim pesan yang baru, namun keberadaan aplikasi ini masih unggul diatas aplikasi yang lainnya. Kita tidak perlu meunggu waktu yang lama, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa harus menunggu sekitar satu minggu lamanya untuk menerima surat balasan dari kerabat kita, dengan adanya aplikasi ini, kita bisa menerima pesan balasan hanya dalam hitungan detik, bahkan milidetik (bila jaringan internet stabil).
Dengan adanya fenomena ini, maka aktivitas berbicara bertatap muka jarang terjadi, akibatnya interaksi sosial pun sudah hampir tak terlihat. Apakah ini pertanda buruk untuk keberlangsungan hidup manusia? bila tujuan hidup manusia adalah untuk saling memberi rasa dan menyatu dengan manusia lainnya, maka jawabannya "ya, berdampak buruk" karena hal ini akan menjauhkan kita terhadap rasa itu sendiri. Namun, bila berbicara dengan rasional, yakni mempertimbangkan kebutuhan serta kewajiban, maka jawabannya adalah "tidak", karena dengan adanya teknologi ini, kebutuhan akan berkomunikasi kita terbantu, namun jangan melupakan kewajiban kita untuk saling membantu sesama dengan saling berkungjung menemui kerabat-kerabat kita maupun tetangga kita. Sejatinya, manusia tidak bisa hidup sendiri, karena mereka saling melengkapi, tak ada manusia yang bisa menyediakan semuanya sendiri.
Tapi, walapun jawaban tadi terdengar melegakan, tidak menutup kemungkinan bahwa kehidupan manusia dapat berlangsung baik. Mengapa hal ini terjadi?. Dengan adanya teknologi canggih ini, ada beberapa kekurangan yang mengakibatkan rusaknya hubungan antara manusia itu sendiri, salah satunya sifat egois yang tinggi. Karena terlalu bergantung kepada teknologi, maka kita secara tidak langsung akan mengabaikan sekitar, itu pun secara perlahan akan menghilangkan hakikat manusia yang selalu membantu satu sama lain, atau dapat dikatakan, jika hal ini terjadi secara intens, maka tetangga kita akan menjauhi kita karena jarang terjadi interaksi. Lebih jauhnya, bisa dijelaskan secara psikologi.
Kini, dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi pada sudut pandang sosial akan membawa dampak yang buruk, disamping banyaknya manfaat yang diberikan. Kita sudah mengetahuinya sekarang, lalu sikap kita harus bagaimana? mudah, kita hanya perlu menyeimbangkan antara kebutuhan kita, dengan kewajiban kita terhadap satu sama lain (bersosial). Dengan mempertimbangkan kedua hal itu, maka, akan ada peradaban baru yang muncul, dan apabila hal tersebut dilakukan dengan intens, mungkin peradaban baru ini akan muncul 10 tahun kedepan, kita tidak tahu perubahan apa yang akan terjadi nanti. Namun, apabila kita tak acuh terhadap kedua hal tadi, maka lihatlah, peradaban manusia seperti apa yang akan terjadi 10 tahun kedepan.
